Wujudkan Generasi Muda Peduli Kelestarian Hidup Bahari

Poster Aktivis Alam.

Jakarta - KeMANGTEER. Selain terkenal sebagai negara kepulauan, Indonesia juga disebut sebagai negara maritim. Jelas terlihat dari sebagian besar wilayah Indonesia yang terdiri dari laut dan sisanya adalah pulau. Kehidupan bahari tersebut yang kemudian menjadi peluang besar bagi ekonomi Indonesia. Bukan hanya mengundang wisatawan lokal, Indonesia berhasil menarik wisatawan mancanegara untuk datang dan menikmati keindahan laut.

Hal ini pula yang menjadi tantangan ekologis bagi Indonesia. Apakah Indonesia mampu mengelolah pariwisata dengan menjaga kelestarian sumber daya alam dan meminimalisir dampak lingkungan dari sektor ini?

Melihat masih banyak yang kurang peduli untuk terjun langsung melestarikan kehidupan bahari di Indonesia, Mapala UMN yang tergabung dalam Aktivis Alam mengadakan forum diskusi yang bertemakan "Generasi Muda Wujudkan Keselarasaan Hidup Bahari Indonesia".

Forum akan berlangsung tepat pada Hari Bumi yaitu 22 April 2015, pukul 13.00 WIB di Lecture Hall, Universitas Multimedia Nusantara.

Akan hadir pula Hendra Yusran Siry (Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir, dan Pulau-pulau Kecil), Dithi Sofia (Putri Bahari 2012), dan Muhammad Salim (Ketua Forum Masyarakat Peduli Lingkungan) sebagai pembicara.

Forum ini diharapkan dapat mengedukasi Aktivis Alam mengenai perkembangan bahari di Indonesia. Bukan hanya itu, Aktivis Alam juga diajak untuk bersama-sama membangun kehidupan bahari menjadi lebih baik di masa depan.

Dalam forum diskusi akan dijelaskan pula mengenai tanaman bakau dan cara penanaman yang tepat di Kepulauan Seribu. Hal ini dimaksudkan sebagai gambaran dan pengetahuan dasar bagi Aktivis Alam yang akan melakukan penanaman bakau di Pulau Karya tanggal 26 April 2015 mendatang. (ADM).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KeMANGTEER Jakarta dan Otoritas Jasa Keuangan Tanam Mangrove di Ekowisata Mangrove PIK, Jakarta

Bangun Kesadaran Lingkungan Lewat Kampanye Visual “Doodle Mangrove”