Bertemu Aris Priyono, Bapak Mangrover Indonesia

Bertemu Bapak Mangrover Indonesia, Aris Priyono. Senangnya!

Jepara - KeMANGTEER. Senangnya dapat bertemu dengan Bapak Mangrover Indonesia, Bapak Aris Priyono di Teluk Awur, Jepara. Pertemuan dengan beliau, berlangsung pada saat kami, tiga KeMANGTEER Regional, yaitu KeMANGTEER Serang, KeMANGTEER Jakarta dan KeMANGTEER Jogja mengikuti acara Mangrove Cultivation (MC) 2017: Pelatihan dan Seminar Mangrove Nasional yang diselenggarakan oleh KeSEMaT, 25 - 27 Agustus 2017.

Walaupun bertemu sangat singkat, pada saat selesai semnas di salah satu hotel di Jepara, namun pertemuan itu terasa sangat mengesankan.

"Jarang-jarang bisa ketemu sama Mas Aris," ujar salah satu Teer.

Bapak Aris yang biasa dipanggil Mas Aris, mengajak para Teer untuk berkumpul di sela-sela rehat acara, sembari makan siang bersama.

"Saya fans kalian semua. Saya mengikuti kegiatan mangroving setiap regional di media sosial, masing-masing. Sangat inspiratif dan memotivasi," sapanya. "Mari berbagi cerita mangroving di sini," ujarnya.

Mas Aris ternyata sangat ramah, beliau kemudian menceritakan awal berdirinya KeMANGTEER Indonesia yang diawali dengan pendirian KeSEMaT.

"Jadi di semester tiga dulu, tahun 2001, saya dan teman-teman mendirikan KeSEMaT, lalu KeMANGTEER, Yayasan IKAMaT dan CV. KeMANGI. Keempatnya adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan, saling berkolaborasi satu sama lain, di ranahnya, masing-masing," jelasnya.

Tak heranlah bila disebut Bapak Mangrover Indonesia, karena beliau berhasil mengembangkan sistem pembangunan mangrove di Indonesia dan melahirkan banyak Mangrover Muda Indonesia yang sudah melanglang buana ke pesisir-pesisir Indonesia dan manca negara, selama kurang lebih 16 tahun, terakhir ini..

Tak lupa, Bapak Mangrover Indonesia juga memberikan motivasi dan inspirasinya bagaimana selama 16 tahun ini, beliau tetap konsistem menjalankan idealismenya sebagai Mangrover dengan konsisten mengembangkan pengetahuan mangrove di Indonesia.

"Saya ingin budaya literasi mangrove di Indonesia ada dan tetap terjaga. Saya juga tidak punya keahlian lain selain mangrove. Ini passion saya. Tidak ada masalah yang tidak bisa diatasi. Asal niatnya baik pasti hasilnya juga baik. Jangan pernah takut melawan oknum perusak mangrove. Jadi, terus semangat menjaga idealisme kita sebagai Mangrover Indonesia," tuturnya.

Pertemuan diakhiri dengan foto bersama tiga KeMANGTEER Regional dengan Mas Aris. Duh, senangnya! (FE/KSRG/KI).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kecil Menanam, Dewasa Lestari

Bangun Kesadaran Lingkungan Lewat Kampanye Visual “Doodle Mangrove”