Lebih Dekat Dengan Doni Latuparisa, Ketua KeMANGTER Medan yang Penuh Semangat!

Ketuteer Medan, Doni Latuparisa.

Medan - KeMANGTEER. Salamteer. Adalah Doni Latuparisa, Ketua KeMANGTEER Medan, yang terpilih secara aklamasi untuk memimpin kepengurusan relawan mangrove di Medan, selama satu tahun mendatang. Teer Doni, yang sering dipanggil Mayor ini, adalah juga pendiri KeMANGTEER Medan, yang penuh semangat untuk berkontribusi lebih nyata dalam menyelamatkan mangrove dan warga pesisir di Medan.

Penasaran dengan semangat dan kiprahnya dalam menginspirasi anak muda Medan untuk lebih sayang dan cinta mangrove di sana? Ingin lebih dekat dan mengenal sosoknya? Yuk, simak wawancaraku dengan Teer Mayor, di bawah ini. Sangat inspiratif, lho! :-)

1. Latar belakang Anda?
Nama saya Doni Latuparisa, lahir tanggal 4 Juni 1993. Saya merupakan anak keempat dari empat bersaudara. Saat ini, saya sedang menempuh pendidikan Strata 1 di Departemen Antropologi FISIP Universitas Sumatera Utara (USU). SD sampai SMA saya tamatkan di kota kelahiran, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

2. Awal bertemu dengan KeMANGTEER?
Awal bertemu KeMANGTEER dari media sosial Twitter. Awalnya saya mencari kegiatan tentang konservasi lingkungan di Twitter, lalu muncul akun @faisal_1404 yang kalau tidak khilaf, sedang membahas tentang kegiatan mangrove. Nah, dari situ saya lihat bionya ada akun @mangrover. Terus saya ambil saja kontak di bio akun @mangrover itu, terus kenal deh, sama Mas Faisal. Selang waktu sebulan, barulah nemu kawan-kawan yang punya niatan untuk berorganisasi di organisasi lingkungan mangrove.

3. Mangrove menurut Anda?
Kalau mangrove menurut saya, merupakan tumbuhan air payau yang perkembangannya dipengaruhi oleh pasang-surut air laut. Mangrove mempunyai peran yang sangat vital untuk menjaga garis pantai dari abrasi. Terlepas dari hal itu, mangrove juga memiliki manfaat lain untuk lingkungan kita, seperti menyerap CO2 dan menghasilkan O2, Dia juga menjadi wadah bagi biota laut untuk berkembang biak, serta mangrove juga bisa dimanfaatkan untuk menjadi olahan makanan. Nah, dari manfaat-manfaat tadi itulah, kenapa saya ingin berkontribusi untuk perbaikan ekosistem mangrove kita yang semakin tergerus ini.

4. KeMANGTEER Regional di mata Anda?
KeMANGTEER Regional merupakan afiliasi dari KeMANGTEER, yang menjadi wadah bagi para pemerhati ekosistem mangrove di kota masing-masing. Jadi, KeMANGTEER saya manfaatkan untuk menjadi wadah saya berkontribusi bagi lingkungan.

5. Cara membagi waktu antara kuliah/kerja dan organisasi?
Cara membagi waktu antara kuliah dan organisasi mudah, kok. Sejauh ini, organisasi tidak menghambat perkuliahan, dan sebaliknya juga, perkuliahan tidak menghambat untuk berorganisasi. Intinya, keduanya harus diprioritaskan, karena keduanya sama penting, menurut saya.

6. Tanggung jawab yang akan diemban selama satu tahun menjadi Ketua KeMANGTEER Medan?
Tanggung jawab yang akan saya emban selama menjadi Ketua Regional KeMANGTEER Medan, pertama menjaga nama baik organisasi, kedua tanggung jawab sama kawan-kawan yang sudah memberikan kepercayaan untuk menjadi leader di organisasi ini, ketiga tanggung jawab sama diri sendiri untuk berkomitmen menjalani kepengurusan ini hingga selesai dalam satu periodesasi kedepannya.

7. Perasaan setelah terpilih secara aklamasi menjadi Ketuteer Regional Medan?
Perasaan saya setelah terpilih menjadi Ketuteer Medan, ya senang pastinya. Kan, artinya kawan-kawan mempercayakan saya untuk mendapatkan proses lebih dalam lagi di organisasi ini.

8. Pesan positif untuk generasi muda dan Mangrover Indonesia yang ingin berprestasi, seperti Anda?
Pesan saya buat kawan-kawan yang lain, mari kita sama-sama untuk mulai peduli sama lingkungan kita ini. Terlalu cukup, kita untuk terus beretorika tanpa aksi nyata-nyata. Yok, mari kaum muda, bersama-sama tunjukan aksi yang lebih nyata untuk menjaga lingkungan kita, daripada hanya sekedar cakap-cakap, aja. Yuk #SAVEMANGROVE. Semangteer! (ADM).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KeMANGTEER Jakarta dan Otoritas Jasa Keuangan Tanam Mangrove di Ekowisata Mangrove PIK, Jakarta

Bangun Kesadaran Lingkungan Lewat Kampanye Visual “Doodle Mangrove”