30.1.15

Sabet KEHATI Award VIII, KeSEMaT Jadi Tokoh Pahlawan Lingkungan Indonesia!

KeSEMaT, sang Pahlawan Mangrove Indonesia. Salut abis!

Jakarta - KeMANGTEER. Salamteer! Hai, Teer. Bangga banget, pada tangal 28 Januari 2015, KeSEMaT dinobatkan sebagai pemenang Tunas Lestari Kehati, salah satu kategori dalam penghargaan KEHATI Award VIII tahun 2015, yang diselenggarakan di Gedung Perfilman Usmar Ismail, Jakarta.

Didampingi KeMANGTEER Jakarta, KeMANGTEER Tangerang, IKAMaT dan KeMANGI, KeSEMaT menjadi salah satu Pahlawan Lingkungan Indonesia, dari hanya enam pemenang KEHATI Award 2015.

KEHATI Award sendiri, merupakan ajang penghargaan bergengsi dari Yayasan KEHATI, sebuah yayasan yang peduli dengan keanekaragaman hayati di Indonesia, yang sudah berlangsung sejak tahun 2000-an, silam.

Tak main-main, lho, KeSEMaT berhasil menyabet penghargaan ini, dari 88 kandidat lainnya dari seluruh Indonesia, dengan persaingan yang sangat ketat. Kece, kan! Sebutan sebagai Pahlawan Lingkungan, segera "meluncur" dari para kuli tinta, karena perhelatan ini diliput oleh media-media besar, seperti NatGeo, Gatra, Tempo, Media Indonesia, Mongabay, dan masih banyak lagi portal-portal online lainnya.

Dikutip dari KEHATI, para pemenang KEHATI Award 2015, adalah:
1. Kategori Prakarsa Lestari Kehati : Aziil Anwar dari Majene, Sulawesi Barat. Aziil Anwar dinilai telah berhasil merehabilitasi keanekaragaman hayati hutan bakau di desanya. Beliau membangun kebun bibit mangrove sekaligus membangun mangrove learning center yang berbasis masyarakat.

2. Kategori Pendorong Lestari Kehati : Ir. Januminro dari Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Ir. Januminro berhasil membuat model pengelolaan hutan gambut berbasis hak milik. Usaha yang dilakukannya berhasil memulihkan hutan gambut yang mengalami kerusakan akibat kebakaran hutan.

3. Kategori Peduli Lestari Kehati : CV Arum Ayu dari Tangerang Selatan, Jawa Barat. CV Arum Ayu bersama pimpinannya, Dr. Ambarwati Esti, telah menggali dan mempromosikan pangan lokal. CV ini memproduksi dan mengkreasi berbagai pangan modern berbahan tepung dari berbagai umbi lokal Indonesia.

4. Kategori Cipta Lestari Kehati : Prof. Achmad Subagio dari Jember, Jawa Timur. Prof. Achmad Subagio adalah dosen dan peneliti di Universitas Jember. Beliau melakukan upaya untuk mengelola sumber pangan lokal di lahan-lahan marjinal.

5. Kategori Citra Lestari Kehati : Agustinus Sasundu dari Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Agustinus Sasundu berhasil memanfaatkan bambu, sebagai salah satu kekayaan biodiversitas di Kep. Sangihe menjadi alat musik tradisional.

6. Kategori Tunas Lestari Kehati : Kelompok Studi Ekosistem Manggrove Teluk Awur (KeSEMaT) dari Semarang, Jawa Tengah. KeSEMaT beranggotakan mahasiswa Ilmu Kelautan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Diponegoro Semarang. Kelompok ini dinilai telah berhasil menyelamatkan ekosistem mangrove yang terletak di pesisir Teluk Awur Jepara dan Semarang.

Melihat pemenangnya, kita jadi tahu bahwa mereka adalah orang-orang hebat, para ahli dibidangnya. Bangga, sekaligus terharu, ya, Teer. Merinding, deh. Salut banget sama KeSEMaT!

Presiden KeSEMaT Dinuarca E. W. mengenakan baju adat Jawa Tengah, maju ke depan podium dan menerima trophy. Merinding banget, karena sewaktu diwawancara, dia berkata misinya adalah menjadikan mangrove sebagai gaya hidup. Luar biasa!

Menurut informasi yang didapat dari Tim Juri KEHATI Award VIII, KeSEMaT dan para pemenang lainnya, berhasil menjadi jawara karena dampak positif kegiatannya sangat luar biasa bagi masyarakat luas.

Khusus untuk KeSEMaT, mereka menjadi pemenang karena berhasil menjadikan mangrove sebagai gaya hidup, disamping fakta bahwa mereka sudah berhasil menanam, membibitkan dan memelihara kurang lebih 100.000 bibit mangrove dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Hebat banget, kan!

Selain itu, para pemenang juga berani melawan arus, melakukan kegiatan dengan kemampuannya sendiri, bahkan di luar batas kewajiban dan tanggung jawab yang diembannnya. Kegiatannya juga sangat orisinil.

"Mungkin kecil mereka perbuat, tapi mereka lakukan pada jalan benar. Pada mereka hormat saya setinggi-tingginya," itulah kata Pak Emil Salim, mantan Menteri Lingkungan Hidup, yang juga Pembina Yayasan KEHATI.

Setelah penganugerahan, Teer Jakarta, Tangerang dan rombongan lain yang mendampingi KeSEMaT, berkesempatan untuk foto bersama dan menyaksikan banyak sekali liputan dari media massa, baik cetak dan elektronik yang mewawancarai KeSEMaT.

Selamat, buat KeSEMaT. Semoga prestasi yang didapatkan ini, dapat menjadi pelecut semangat, inspirasi dan motivasi, bagi kita semua, Mangrover dimanapun berada. Amin. Semangteer! (ADM).