24.9.17

Rayakan Hari Jadi ke-6, KeMANGTEER Jakarta Tanam Mangrove di Muara Gembong

Menanam mangrove di Muara Gembong.

Muara Gembong - KeMANGTEER. Pada hari Sabtu dan Minggu, 16 dan 17 September 2017, para Teer Jakarta mangroving berkunjung ke Desa Pantai Bahagia, Muara Gembong, Bekasi dalam rangka acara tahunan SEPTEMBER (Seru-sEruan Peduli dan TanEm Mangrove BERsama) KeMANGTEER Jakarta. Kegiatan ini dalam rangka merayakan Hari Jadi KeMANGTEER Jakarta yang ke-6 tahun.

Kegiatan kali ini agak berbeda dari tahun sebelumnya, karena juga diikuti oleh pengurus internal dan para senior Teer Jakarta. Untuk sampai ke Desa Pantai Bahagia, Teer Jakarta menghabiskan waktu sekitar empat jam perjalanan.

"Di hari pertama, para Teer melakukan workshop pembuatan Jus Mangrove dan Dodol Mangrove dari jenis mangrove Sonneratia caseolaris (Pidada) yang dipandu oleh Ibu Alpiah," jelas Ketuteer Nathasi. "Sore harinya, para Teer kembali mangroving yang dipandu oleh Kak Umam dari Komunitas Save Mugo dan Pak Ahmad dari Pokdarwis Alipbata. Dalam kesempatan ini, kami melakukan penanaman mangrove jenis Rhizophora mucronata," tambahnya.

Membuat kuliner dari buah mangrove.

Setelah menanam mangrove, agenda malam hari dilanjutkan dengan sharing session antara KeMANGTEER Jakarta dengan perwakilan Pokdarwis Alipbata.

"Setelah itu, acara dilanjutkan dengan tukar kado, santap Kepiting Bakau, dan bakar jagung bersama. Seru sekali dan semakin menambah keakraban Keluarga Teer Jakarta," jelas Ketuteer.

HBD KeMANGTEER Jakarta.

Keesokan harinya, para Teer berkunjung ke tempat konservasi Lutung Jawa, yakni hewan endemik mangrove di Pulau Jawa yang keberadaannya mulai terancam punah sebagai akibat dari penebangan pohon mangrove. Salah satu Teer berhasil memotret Lutung Jawa yang berwarna hitam.

Setelah puas mengelilingi tempat konservasi, para Teer melakukan syukuran HUT KeMANGTEER Jakarta yang ke-6 dengan doa dan makan kue bersama. Acara ditutup dengan kesan pesan dan motivasi serta inspirasi dari para senior yang hadir.

"Dirgahayu KeMANGTEER Jakarta yang ke-6. Tetap menunduk untuk menanam dan mengabdi pada alam," pungkas Ketuteer. (NF/KJKT).