Belajar Mangrove Bersama KeMANGTEER Jogja, KeSEMaT dan KMSL MIC

Pembukaan acara dan sambutan dari KeSEMaT.

Kulon Progo - KeMANGTEER. Hai, Teer. Salamteer! Pada tanggal 29 Mei 2016 lalu, KeMANGTEER Jogja berkesempatan menjadi pendukung acara dalam kegiatan Mangrove Training 2016 yang diadakan oleh KeSEMaT Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Hadir pula rekan-rekan dari Kelompok Mahasiswa Studi Lingkungan - Mangrove Instiper Club (KMSL MIC) yang menemani KeMANGTEER Jogja sebagai pendukung acara.

Rangkaian kegiatan yang diadakan di Dusun Pasir Mendit, Desa Jangkaran, Temon, Kabupaten Kulon Progo ini bertujuan untuk lebih mengenalkan ekosistem mangrove di Pantai Selatan Jawa kepada Rekan-rekan Anggota Baru KeSEMaT.

Ketuteer Jogja menyampaikan materinya.

Mengawali sesi diskusi, Bapak Warso Suwito selaku ketua kelompok pelestari mangrove Wanatirta menjelaskan secara singkat mengenai ekosistem mangrove di Kulon Progo. Menurut Pak Warso, adanya potensi bencana yang besar di Pantai Selatan, seperti abrasi dan tsunami menjadi alasan Pak Warso bersama kelompok Wanatirta berupaya melestarikan ekosistem mangrove di pesisir Kulon Progo.

Selain menjadi perlindungan terhadap bencana, keberadaan ekosistem mangrove di Kulon Progo diharapkan dapat menjadi habitat alami bagi beberapa jenis binatang yang sebelumnya telah mulai jarang ditemukan di Kulon Progo, seperti misalnya Burung Kuntul.

Selanjutnya, Teer Hudan dari KeSEMaT dan Teer Rafi dari KMSL MIC, masing-masing menjelaskan mengenai kondisi ekosistem mangrove di Pantai Utara dan Pantai Selatan.

Foto bersama saat di lapangan. Indahnya kebersamaan.

Sebagai penutup sesi diskusi, Ketua Teer Jogja, M. Fariz Putra, juga berkesempatan untuk menjelaskan mengenai strategi pelestarian ekosistem mangrove di Kulon Progo.

Menurut Teer Fariz, salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah dengan mengedukasi masyarakat Jogja dan sekitarnya agar peduli pada keberadaan ekosistem mangrove.

Usai acara diskusi, para anggota KeSEMaT ditemani oleh Teer Jogja dan Rekan-rekan KMSL MIC melakukan observasi lapangan guna mengidentifikasi jenis-jenis mangrove di Pasir Mendit.

Meski mendung menggelayut dan turun gerimis, anggota ketiga organisasi ini masih tetap semangat untuk tetap belajar dan saling berbagi wawasan mengenai mangrove. Keren ya, Teer! (KJ).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KeMANGTEER Jakarta dan Otoritas Jasa Keuangan Tanam Mangrove di Ekowisata Mangrove PIK, Jakarta