7.5.17

Bersama Kemenko Maritim RI, KeMANGTEER Jakarta Tanam Mangrove di Pulau Harapan

Ketuteer Nathasi saat menjadi Guru Mangrove.

Jakarta - KeMANGTEER. Dalam rangka perayaan Hari Bumi 2017, Kemenko Maritim RI menggelar edukasi serentak di beberapa titik sekolah di wilayah DKI Jakarta pada Rabu (3/5/2017). Pada kegiatan edukasi yang dilakukan di SDN 3 Pluit Jakarta Utara, Kemenko Maritim RI berkolaborasi dengan 5 komunitas, yaitu KeMANGTEER Jakarta, Turun Tangan Jakarta, Bangun Jakarta, Greeneration, Dharma Wanita, dan Pemuda Pemudi Maritim Indonesia, yang turut menjadi bagian dari tim edukator.

KeMANGTEER Jakarta yang diwakili oleh Ketuteer Nathasi beserta para Teer dari Divisi Pendidikan dan Keilmuan (Teer Syifa, Teer Retno dan Teer Hima) menyampaikan materi mengenai "Mangrove dan Manfaatnya Bagi Manusia dan Alam."

Foto bersama tim Edukator We Love Pulau Harapan.

"Selain materi mangrove, beberapa komunitas lain juga menyampaikan disiplin ilmunya masing-masing, seperti edukasi tanaman hidroponik dan pemilahan sampah," terang Teer Hima. "Diharapkan dengan adanya kegiatan edukasi ini, adik-adik menjadi terinspirasi dan menumbuhkan sikap kepedulian terhadap pelestarian lingkungan," tambahnya.

Tak hanya mengajar ke sekolah-sekolah saja, kegiatan Clean Up and Education di beberapa titik di wilayah DKI Jakarta juga dilanjutkan dengan menanam mangrove di Pulau Harapan. Kegiatan diselenggarakan pada tanggal 5-6 Mei 2017.

Pada aksi kali ini, 'We Love Pulau Harapan' menjadi tema besar dalam kegiatan di pulau yang padat penduduk itu. Sebanyak 6 komunitas turut serta dalam aksi, yaitu KeMANGTEER Jakarta, Bersih Nyok, Gerakan Anak Makan Sehat Sekolah (Gemass), Dream Delion, Kampung Dongeng dan Association of Culinary Professionals (ACP).

Kegiatan yang dilakukan selama 2 hari 1 malam ini meliputi mendongeng, demo masak makanan sehat, edukasi dan penanaman mangrove dan Forum Group Discussion (FGD) bersama perwakilan warga Pulau Harapan.

Tanam mangrove bersama anak-anak di Pulau Harapan.

"Kami saling tukar dan berbagi cerita bersama adik-adik SDN 1 Pulau Harapan dan masyarakat pulau setempat. Mereka mengaku saat ini keadaan laut kian tercemar karena sampah plastik, tak jarang nelayan sulit mencari ikan di laut," jelas Ketuteer Nathasi.

Karena itu, melalui FGD ini, diharapkan tim edukator Pulau Harapan dapat menjadi kepanjangan tangan dari aspirasi warga pulau kepada Kemenko Maritim dalam memberikan solusi atas masalah sampah plastik di laut yang saat ini sedang mereka hadapi.

'Semoga ilmu yang kami berikan dapat menginspirasi dan diimplementasikan oleh warga pulau. Dan, nama "Harapan" tak hanya sekedar menjadi jeda yang tak berujung, namun dapat menjadi "mimpi besar yang menjadi kenyataan," pungkas Teer Nathasi. (Penulis/foto: ADM/KeMANGTEER Jakarta).