3.10.16

Munas VI, KeMANGTEER Indonesia Tanam 100 Mangrove di Maroon Mangrove Edu Park

Serunya Munas VI KeMANGTEER Indonesia.

Semarang - KeMANGTEER. Hai, Teer. Salamteer! Tak hanya melakukan Munas VI saja, pada tanggal 2 Oktober 2016, dari pagi hingga tengah hari, KeMANGTEER Indonesia juga melakukan acara penanaman mangrove yang menjadi bagian dari serangkaian acara Munas VI yang diselenggarakan di Wisma Pemda Jawa Tengah, mulai tanggal 30 September - 2 Oktober 2016.

"Kali ini, kami menanam 100 bibit mangrove jenis Rhizophora," ujar Teer Winda dari KeMANGTEER Semarang, selaku panitia lokal Munas VI KeMANGTEER. "Kami dibantu KeSEMaT dan Yayasan IKAMaT serta Kelompok Tani Mekar Tani Lindung (METAL) selaku warga binaan PT. Phapros Tbk dan Yayasan IKAMaT," tambahnya.

Acara dimulai dengan perjalanan dari wisma menuju ke lokasi penanaman mangrove, yaitu di Maroon Mangrove Edu Park (Maroon MEP). Perjalanan memakan waktu kurang lebih empat puluh lima menit, dengan bus.

Lagi nanem baby mangrove, nih. Seru banget!

Selanjutnya, sesampai di Maroon MEP, diadakan diskusi mangrove yang dipandu oleh Kak Ganis R. E. dari MANGROVEMAGZ mewakili Yayasan IKAMaT dan juga Pak Rusman yang menjadi perwakilan Kelompok Tani METAL.

"Jadi, dulu kondisi Maroon MEP ini belum seperti ini, dimana sudah ada beberapa fasilitas. Awalnya, KeSEMaT yang mengajari kami tentang fungsi dan manfaat mangrove, kemudian dengan dukungan dari Yayasan IKAMaT, Phapros dan Lanumad Ahmad Yani, kami mulai mengembangkan area mangrove yang tersisa ini menjadi Maroon MEP," kisah Pak Rusman.

Pak Rusman juga berpesan kepada rombongan KeMANGTEER dari berbagai kota di Indonesia untuk selalu menjaga teguh jiwa-jiwa sukarelawan mangrove sehingga dapat menjaga mangrove dari penebangan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Acara dilanjutkan dengan penanaman 100 bibit mangrove jenis Rhizophora. Para Teer nampak bersemangat dalam melakukan penanaman.

Cekrek..., cekrek. Keluarga KeMANGTEER Indonesia.

"Senang sekali dapat bertemu dengan teman-teman dari sembilan regional KeMANGTEER di seluruh Indonesia. Apalagi dapat menanam mangrove bersama. Kami dibantu Pak Rusman menancapkan ajir dan menanam dua bibit mangrove dalam satu lubang di sekitar pematang tambak," jelas Kak Tin dari KeSEMaT, selaku korlap di hari itu,

Selepas melakukan penanaman, kegiatan dilanjutkan dengan istirahat dan melakukan eksplorasi terhadap Maroon MEP.

"Setiap setengah jam ada pesawat yang lewat di sini. Jadi, bisa dapat foto yang bagus di jembatan berkeloknya," kata salah satu Teer.

Kegiatan hari itu ditutup dengan penutupan dan foto bersama yang kemudian dilanjutkan dengan makan siang dam field trip bersama ke Kota Lama. (MFR).