Bicara Sampah di Mangrove, KeMANGTEER Jakarta Pembicara Talk Show Jakarta Osoji Club

Ketuteer Jakarta saat di panggung talk show.

Jakarta - KeMANGTEER. Hai, Teer! Salamteer! Pada tanggal 30 April 2016, mulai pukul 13.00 - 17.00 WIB, KeMANGTEERJKT menjadi Pembicara di Talk Show "Sampahku, Tanggung Jawabku" yang diselengarakan oleh Jakarta Osoji Club (JOC), sebuah organisasi lingkungan di Jakarta yang peduli akan kebersihan kota terutama masalah sampah.

Di event ini, KeMANGTEER Jakarta berbagi pengalaman mangroving mereka, terutama dalam menangani sampah yang banyak ditemukan di hutan mangrove dan kawasan pesisir Jakarta.

Acara ini diadakan dalam rangka 4th Anniversary Jakarta Osoji Club. Selain talk show, ada juga community booth, photo exhibition dan story telling. Acara ini diselenggarakan di AEON Mall BSD City 3rd Floor Hall.

Kami buka booth juga, lho. Yuk, mari sini.

KeMANGTEER Jakarta juga mengisi salah satu booth-nya, lho. Mereka memamerkan segala sesuatu mengenai mangrove dan pernak-perniknya, seperti Mas Jamang, Batik Bakau juga ada buku-buku tentang mangrove. Kece, kan?!

Talkshow pertama membahas mengenai NO PLASTIC BAG Campaign. Nah, pembicaranya perwakilan dari Pemda Tangerang Selatan, Manager dari AEON Mall dan perwakilan dari Waste 4 Change dan Qlue, ditemani Rekan dari JOC sebagai moderator.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan penampilan dari Ayo Dongeng Indonesia, mini drama yang dibawakan oleh siswi-siswi SMP N 1 Cisauk, yang merupakan pemenang lomba kampanye saat JOC Goes To School.

Sesi talk show kedua tentang komunitas. Di sini, Teer Jakarta menjadi pembicara bersama dengan Seasoldier dan Bersih Nyok, juga ada PT AEON Indonesia.

Meriah, berbagai komunitas ngumpul, lho.

Pada kesempatan ini, KeMANGTEER Jakarta yang diwakili oleh Teer Afril selaku Ketuteer menjelaskan mengenai kondisi terkini hutan mangrove di pesisir Jakarta yang sudah dalam kondisi yang memprihatinkan. Sampah yang juga ditemukan di kawasan pesisirnya harus mendapatkan penanganan yang lebih serius.

Pembina KeMANGTEER Jakarta, Teer Gilang saat dihubungi via telepon menambahkan bahwa reklamasi di Jakarta juga berdampak terhadap kawasan pesisirnya.

"Dibutuhkan peraturan dan implementasi yang lebih bijak dalam mengelola kawasan mangrove dan pesisir di Jakarta agar masa depan warga Jakarta dan Indonesia pada umumnya, lebih cerah. Setiap usaha yang merubah bentang alam, pasti ada dampak buruknya," pungkasnya. (TGPW).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KeMANGTEER Jakarta dan Otoritas Jasa Keuangan Tanam Mangrove di Ekowisata Mangrove PIK, Jakarta

Bangun Kesadaran Lingkungan Lewat Kampanye Visual “Doodle Mangrove”