18.2.16

KeMANGTEER Semarang Talk Show Mangrove di RCT FM

Kampanye mangrove di RCT FM.

Semarang - KeMANGTEER. Hai, Teer! Salamteer! Masih sayang dan selalu menjaga mangrove, kan? Baru-baru ini, Jumat (12/2) KeMANGTER Semarang telah melakukan Talk Show (TS) di studio RCT FM, 101.2 FM, di Jalan Bukit Ratih No.1, Bukit Sari, Tembalang, Semarang. TS dibuka dengan elegan oleh Kak Jojo, sang Penyiar bersama Ketua KeMANGTER Semarang, Teer Dika dan anggota baru KeMANGTEER, yaitu Teer Vivi dan Teer Ian.

KeMANGTER Semarang mengenalkan mengenai profil organisasi, yang merupakan komunitas sukarelawan mangrove yang peduli dengan lingkungan, khususnya hutan mangrove yang semakin hari semakin rusak.

Komunitas yang berdiri sejak 14 April 2012 ini sudah melakukan beberapa kegiatan dalam menjaga kelestarian mangrove di Semarang. Kegiatan tersebut, diantaranya edukasi pentingnya menanam mangrove ke beberapa SD di pesisir, penanaman mangrove dan aktif mengkampanyekan pelestarian mangrove, baik melalui sosial media maupun dalam kegiatan di lapangan.

KeMANGTER Indonesia juga sudah memiliki sembilan regional, yaitu Jakarta, Semarang, Malang, Yogyakarta, Tangerang, Serang, Medan, Langsa dan Karawang, yang pastinya punya tujuan yang sama, yaitu melestarikan mangrove.

Selama kurang lebih satu jam, mulai pukul 16.00 - 17.00 WIB, dipandu oleh Kak Jojo, KeMANGTER Semarang berbagi pengalaman dan sharing mengenai mangrove di program "Nongkrong Bareng," mulai dari bagaimana pengalaman pertama menanam mangrove, kesulitannya, bahkan suka duka selama mengikuti kegiatan.

“Suka, karena saya memang suka menanam, apalagi Rasulullah juga mengajarkan kita untuk menanam. Namun, dukanya saya masih ingat, ketika pertama kali melakukan penanaman mangrove, kaki saya sakit karena terkena karang. Tapi, sangat menyenangkan tentunya,” ungkap Teer Ian, antusias menceritakan pengalamannya.

KeMANGTER Semarang memang komunitas yang fokus dengan pelestarian mangrove, namun juga tetap mendukung dan mengikuti kegiatan-kegiatan lingkungan lainnya, yang masih dalam satu koridor pelestarian mangrove.

"Sosialisasi kepada warga pesisir juga pernah dilakukan. Hal ini bertujuan agar mereka sadar betapa pentingnya kelestarian mangrove. Setiap kali kami melakukan penyuluhan, masyarakat juga sangat antusias, sehingga membuat kami semakin bersemangat," ujar Teer Dika. "Selain dari Mangkang, bibit mangrove juga kami dapatkan dari KeSEMaT yang mempunyai pembibitan sendiri di MECoK, Jepara. Kami juga bekerjasama dengan Badan Lingkungan Hidup," lanjutnya.

“Tetaplah menjaga lingkungan mangrove, agar mangrove kita semakin lestari. Dan, selalulah menjadi orang yang menjaga mangrove. Jangan hanya hati yang dijaga, tapi mangrove juga, karena mangrove kita tidak hanya untuk kita, melainkan untuk anak cucu kita kelak,” pungkas Teer Vivi, sebagai closing statement. (DA/AI).