Serunya Mangrove Camp, Aksi Tanam Mangrove di Kepulauan Seribu

It's time to Mangrove Camp!

Jakarta - KEMANGTEER. Bulan Mei adalah bulan yang menyenangkan untuk berlibur di Kepulauan Seribu. Nah, Minggu kemarin, KeMANGTEER Jakarta kembali menggelar Mangrove Camp 2017 dengan tema "Kembali ke Alam, Hijau Pesisirku" yang berlokasi di Pulau Kotok, tepatnya pada tanggal 6 - 7 Mei 2017.

Acara tahunan ini bagian dari program kerja Divisi Penanaman dan Rehabilitasi Teer Jakarta. Rangkaian acaranya berkonsep Kemah Ramah lLingkungan yang meliputi Snorkling, Diskusi Isu Lingkungan, Clean Up dan Menanam Mangrove (Mangroving).

Para peserta diajak untuk belajar menjadi Traveler yang Ramah Lingkungan (Eco-Traveler) dengan berbagai kegiatan yang menunjang pada pelestarian alam. Salah satunya adalah dengan menanam mangrove yang menjadi acara inti dari Mangrove Camp.

Tanam mangrove di Pulau Kotok.

Kegiatan 2 hari 1 malam ini membawa banyak manfaat bagi peserta. Dapat kawan baru, pengalaman baru, dan tentunya harapan baru bagi pelestarian Ekosistem Mangrove di Pulau Kotok, Kepulauan Seribu.

Pesona Pulau Kotok, Kepulauan Seribu.

Pulau Kotok sendiri merupakan salah satu pulau yang berada di gugusan Kepulauan Seribu. Pulau ini masuk kedalam gugusan pulau paling Utara dari Jakarta. Selain terdapat resort yang kini sudah tak beroperasi lagi, di pulau ini juga terdapat Konservasi Burung Elang Bondol yang menjadi maskot kota DKI Jakarta.

Pulau ini berjarak kurang lebih 45 menit perjalanan-laut dari Pulau Harapan, dengan menggunakan perahu motor. Pemandangan di pulau ini sangat indah dan asri karena tidak berpenghuni. Tak hanya itu, kita juga bisa menemukan hutan kecil yang ada di dalam pulau ini.

Selain keindahan hutannya, air yang tenang dan biru menjadi daya tarik tersendiri bagi keindahan Pulau Kotok.

R. stylosa yang ditanam saat Mangrove Camp.

"Jika kalian ke pulau ini, jangan tinggalkan sampah ya. Apalagi menebang pohonnya. Mari kita sama-sama jaga pulau ini agar tetap lestari," pesan Teer Jakarta.

Pada Mangrove Camp kali ini, KeMANGTEER Jakarta menanam mangrove dari jenis Rhizophora stylosa yang memiliki akar tunjang. Teknik penanaman yang digunakan adalah Rumpun Berjarak, yakni menanam beberapa bibit dalam satu lubang (tanpa ajir) yang kemudian lubangnya dikubur kembali dengan pasir.

Hal ini berguna untuk mengurangi resiko hilangnya bibit mangrove akibat hempasan gelombang air laut. Di Kepulauan Seribu, teknik Rumpun Berjarak sangat dianjurkan, karena mangrove akan berhadapan langsung dengan kondisi pasang surut air laut dan cuaca ekstrim. (ADM).

Komentar