KeSEMaT dan KeMANGTEER Jakarta Hadiri Workshop Nasional Reklamasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil di Kementerian Kelautan dan Perikanan Jakarta

KeMANGTEER Jakarta dan KeSEMaT hadiri workshop KKP di Jakarta.

Jakarta – KeMANGTEER. Pada tanggal 21 Oktober 2011 bertempat di Ballroom Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gedung Mina Bahari III, KeSEMaT berkesempatan menghadiri undangan pada acara Workshop Nasional Reklamasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil yang diselenggarakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Jakarta.



Pada acara ini, KeSEMaT diwakili oleh Sdr. Ganis Riyan Efendi (staf MENWEBNET), Sdr. Muhammad Faisal Rachmansyah (staf MENPORSI), dan Sdri. Sayyidah Fatchiyyah (staf MENKEU). Tidak hanya itu, KeMANGTEER (salah satu wadah bagi sukarelawan mangrove KeSEMaT) dari Jakarta, juga berkesempatan hadir, yaitu Sdr. Ilham Dewantoro (Ketua KeMANGTEER Jakarta).

Acara ini juga dihadiri oleh seluruh jajaran institusi pemerintahan baik dari pusat maupun daerah di seluruh Indonesia, perguruan tinggi terkait, LSM dan swasta.

Acara yang dimulai pada pukul 10.00 WIB ini, mengusung tema “Reklamasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil untuk Meningkatkan Manfaat Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.”

Workshop dibuka dengan pembukaan acara, dan dilanjutkan dengan Coffee Break. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi pertama oleh beberapa pembicara, diantaranya dari Dirjen KP3K, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Bupati Painan.

Materi yang disampaikan pada umumnya membahas mengenai reklamasi wilayah pesisir yang dibahas dari sudut pandang Undang-undang yang mengaturnya.

Pemaparan materi kedua dilanjutkan setelah ISHOMA selesai, membahas tentang berbagai ruang lingkup yang mendasari reklamasi baik itu dari tujuan diadakannya reklamasi itu sendiri, teknologi yang digunakan untuk membangun sebuah “reklamasi” dan landasan hukum yang mengatur reklamasi.

Acara dilanjutkan dengan sesi diskusi. Sebagian peserta menanyakan mengenai dampak yang terjadi apabila reklamasi diterapkan di wilayah pesisir, dan pengaruhnya terhadap lingkungan.

Dalam kesempatan ini, Sdr. Faisal (KeSEMaT) dan Sdr. Ilham (KeMANGTEER) masing-masing mempertanyakan mengenai solusi daerah reklamasi yang terkena abrasi dan jarak ideal dan kedalaman pengambilan pasir dari laut untuk bahan reklamasi.

Pada sesi terakhir, disampaikan rumusan dari materi yang telah dipaparkan sebelumnya, diantaranya mngenai faktor dan juga dampak yang terjadi apabila reklamasi direalisasikan pada suatu daerah. Acara diakhiri dengan sesi foto bersama antara peserta dengan pemateri dan juga panitia penyelenggara. (Sumber KeSEMaTONLINE).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KeMANGTEER Jakarta dan Otoritas Jasa Keuangan Tanam Mangrove di Ekowisata Mangrove PIK, Jakarta

Bangun Kesadaran Lingkungan Lewat Kampanye Visual “Doodle Mangrove”