8.4.18

Belajar Batik dan Jajanan Mangrove, KeMANGTEER Indonesia Kunjungi SMC Jateng

Bersama Ibu Mufidah, pengelola SMC Jateng yang mengolah jajanan dan batik mangrove.

Semarang - KeMANGTEER. Minggu, 1 April 2018 adalah hari terakhir rangkaian acara Musyawarah Nasional (Munas) KeMANGTEER ke-VII yang ditutup dengan aksi nyata kami, para Teer dari semua regional, diantaranya Jakarta, Semarang, Serang dan Yogyakarta, berupa Penanaman Mangrove dan Kunjungan ke Sentra Mangrove Semarang (SMC) Jawa Tengah (Jateng) yang mengolah aneka jajanan dan batik mangrove, tepatnya di desa Desa Mangunharjo, Semarang.

Sesampainya di Desa Mangunharjo, kami didampingi oleh KeSEMaT bertemu dengan Pak Ali Imron. Beliau adalah salah satu Pejuang Mangrove yang ada di desa tersebut. Walaupun matahari terik sekali, tetapi hal ini tidak mengurangi semangat kami, para mangrover untuk melakukan penanaman mangrove.

Selepas menanam mangrove bersama KeSEMaT dan Pak Ali.

Dengan substrat lumpur yang tingginya sepinggang orang dewasa, justru menjadi tantangan dan keseruan bagi kami. Usai penanaman mangrove, kami bersih diri dan dilanjutkan dengan Kunjungan ke SMC Jateng, khususnya ke Kelompok Bina Citra Karya Wanita dan Srikandi Pantura yang merupakan warga binaan KeSEMaT. Kami bertemu dengan Ibu Mufidah, salah satu Srikandi Mangrove yang mengelola tempat tersebut.

“Bina Citra Karya Wanita dan Srikandi Pantura didirikan dan telah bekerja sama dengan KeSEMaT sejak tahun 2012,” jelas Ibu Mufidah.

Foto bersama selepas penanaman.

Kami dijelaskan proses pembuatan batik mangrove berlabel Mas Bamat dan diperlihatkan secara langsung koleksi yang ada di sana. Selain itu, kami juga dijelaskan pembuatan olahan tepung yang terbuat dari mangrove, berikut aneka produknya, yaitu Kerupuk Mangrove yang berlabel Mbak Jamat.

Akhir rangkaian Munas KeMANGTEER ke-VII ditutup dengan foto bersama dan setelah itu dilakukan penutupan Munas.

"Kami berharap, ilmu mangrove yang didapatkan selama rangkaian acara Munas ini bisa diterapkan di regionalnya masing-masing," jelas Teer Andin, selaku Pembina KeMANGTEER. "Sampai ketemu lagi di Munas VIII tahun depan," pungkasnya. (NAP/ADM/KI).