Belajar Membuat Reportase di Kelas Reporteer KeMANGTEER Jogja

Suasana Kelas Reporteer KeMANGTEER Jogja.

Yogyakarta - KeMANGTEER. Selasa (21/3/17), KeMANGTEER Jogja sukses menyelenggarakan Kelas Reporteer (Reportase Volunteer). Acara yang bertempat di Rumah Kreatif Jogja, Sagan, ini mengusung tema “Bagaimana Membuat Reportase yang Menarik”.

Nah, KeMANGTEER Jogja mengundang rekan-rekan komunitas dan organisasi di Yogyakarta, seperti Yogyakarta Mengajar, Jendela Jogja, Kophi Yogyakarta, Youth For Climate Change Jogja, World Merit Indonesia Chapter Jogja dan Kelompok Mahasiswa Study Lingkungan-Mangrove Instiper Club.

Di sesi pertama, Mas Juwari membagi pengalamannya selama bekerja sebagai jurnalis Detik.com. “Untuk membuat reportase yang menarik, yang perlu diperhatikan adalah struktur, judul, dan penambahan elemen-elemen, seperti gambar dan kutipan langsung (quote). Struktur reportase itu kayak piramida terbalik, menjelaskan dari hal yang penting (5W+1H), menuju ke hal yang tidak terlalu penting, seperti keberlajutan peristiwa yang diceritakan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Mas Juwari menekankan jika reportase harus akurat, objektif, dan berimbang. “Saat membuat reportase, diusahakan mencari data selengkap-lengkapnya. 5W +1H harus digali serinci mungkin dari narasumber,” tuturnya lebih lanjut.

Foto bersama peserta dan panitia Kelas Reporteer.

Pada sesi kedua, Teer Dinny selaku koordinator divisi Komunikasi dan Informasi KeMANGTEER Jogja menjelaskan tentang istilah-istilah yang sering dipakai dalam reportase KeMANGTEER dan contoh penggunaannya.

“Jadi, penggunaan bahasa gaul KeMANGTEER itu bertujuan untuk lebih mengakrabkan para Teer-teer di seluruh regional di Indonesia, dan penggunaan bahasa gaul KeMANGTEER juga selalu digunakan oleh setiap akun media sosial KeMANGTEER, seperti di Facebook, Twitter, Instagram dan tentunya website KeMANGTEER sendiri, “ terangnya.

"Contohnya, Salamteer kepanjangan dari Salam KeMANGTEER, merupakan singkatan pergaulan para KeMANGTEER. Ketuteer merupakan singkatan dari Ketua KeMANGTEER Regional dan sering juga digunakan kata Saluteer yang menunjukkan rasa salut," ujar Teer Dinny.

Pada sesi penutup, dilakukan pemberian sertifikat kepada Mas Juwari yang langsung diberikan oleh Ketuteer Fariz, dan langsung melakukan foto bersama dengan para tamu undangan yang hadir. (RAF).

Komentar