KeMANGTEER Bengkalis Mangroving ke Kawasan Konservasi Mangrove Parit Seghagah

Teer Dika yang bersemangat melestarikan mangrove Bengkalis.

Bengkalis - KeMANGTEER. Sambil menunggu mangrove berbuah dan gugur untuk disemaikan kembali pada polybag, Teer Bengkalis tetap melakukan kegiatan. Hari ini, di medio November 2016, mereka mengisi lumpur ke polybag, yang dipersiapkan untuk penyemaian bibit.

Hari itu, Suci Zuliana Fernandes yang biasa dipanggil Suci, putri pertama Teer Rio yang masih duduk di kelas VII SMPN 4 Bengkalis, juga ikut berpartisipasi bersama Teer Dika, Teer Ical dan Teer Mawi, mangroving membantu mengisi lumpur ke polybag, di lokasi Parit Seghagah, desa Kelapapati.

Mangrover cilik, Suci, putri Teer Rio, juga ikutan mangroving, lho.

"Sudah lama, Suci ingin ikut papanya, hanya saja waktu belum tersedia. Semoga gadis belia yang aktif di Pramuka dan marching band ini, dapat menyebarkan virus cinta mangrove kepada teman-temannya yang lain," harap sang Ayah, Teer Rio.

Bertemu Pak Jhon
Di kesempatan lainnya, Teer Bengkalis juga bertemu dengan Pak Jhon yang berbaik hati mengijinkan KeMANGTEER Bengkalis untuk berkunjung ke kawasan konservasi mangrove di Parit Seghagah.

"Terima kasih Pak Jhon, yang telah memberikan fasilitas jalan masuk menuju konservasi mangrove di Parit Seghagah," ucap Teer Rio.

Teer Bengkalis bertemu Pak Jhon.

Sebagai informasi,di desa Bukit Batu kecamatan Bukit Batu, ternyata memiliki potensi mangrove yang luar biasa, lho. Terdapat kurang lebih 200 ha kawasa mangrove sebagai cadangan biosfer. Semoga, ini terus terjaga dan lestari sepanjang masa. (Penulis/Foto: KeMANGTEER Bengkalis).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kampanyekan Mangrove, KeMANGTEER Jakarta Live di Halo Indonesia, DAAI TV