30.7.22

KeMANGTEER Indonesia Lakukan Pendampingan Penanaman Mangrove di Pantai Pasir Putih, Karawang


Foto bersama selepas penanaman mangrove.

Karawang - KeMANGTEER. KeMANGTEER Indonesia kembali melakukan kegiatan pendampingan penanaman mangrove, kali ini kepada para mahasiswa Program Studi Teknik Industri dari President University yang diselenggarakan kawasan mangrove Pantai Pasir Putih, Desa Sukajaya, Kecamatan Cimalaya, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Kegiatan yang bertajuk Mangrove Sanctuary ini, terdiri dari penanaman mangrove dan bersih-bersih pantai dari sampah. (16/7/2022).

Selain sebagai tenaga pendamping penanaman mangrove, KeMANGTEER yang diwakili oleh Teer Qonitah Hamidah (Sekjen), juga didaulat sebagai pemateri yang menyampaikan materi mengenai berbagai hal terkait mangrove.


Hasil penanaman mangrove.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh berbagai pihak, seperti Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Minajaladri, Mahasiswa Pecinta Alam Kampus Karawang (MAPASIKA) dari Universitas BSI Karawang dan warga sekitar.

"Meskipun lokasi acara diguyur hujan deras sejak tadi malam, namun kegiatan hari ini terlaksana dengan baik," ujar Sekjen. "Para peserta juga sangat antusias menjalani setiap rangkaian kegiatan," lanjutnya.


Kegiatan bersih pantai.

Kegiatan dimulai pukul 11.00 WIB dengan pembukaan dan sambutan oleh ketua pelaksana, yang dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Sekjen KeMANGTEER. Berbagai manfaat mangrove bagi manusia, berikut biota-biota yang hidup di ekosistem mangrove disampaikan oleh Teer Qonitah.


Penyerahan sertifikat kepada Sekjen KeMANGTEER.

Selanjutnya, briefing disampaikan oleh Pak Sahari, selaku ketua Pokmaswas Minajaladri. Beliau juga menyampaikan mengenai kendala yang mereka hadapi selama berjuang menanam dan merawat mangrove hingga kini, salah satunya kurangnya dukungan dari warga sekitar dan pemerintah setempat. Kegagalan bukan hal yang asing bagi mereka,


Aksi tanam mangrove bersama.

“Kegagalan bagi kami adalah suatu cobaan, kami tidak pernah patah semangat,” jelas Pak Sahari. 

Setelah itu, agenda inti berupa penanaman bibit mangrove dimulai. Para panitia dan peserta ikut turun ke pantai untuk menanam bibit-bibit Rhizophora atau yang biasa disebut ‘Bako-bako’ oleh warga. Bibit mangrove dua hingga tiga bulan, ditanam di lapangan, yang dibantu Pokmaswas Minajaladri.


Penyerahan sertifikat kepada KeMANGTEER.

Setelah bibit mangrove tertanam semua, kegiatan dilanjutkan dengan bersih-bersih pantai dengan cara memungut sampah yang berserakan di pantai. Para panitia dan peserta bahu membahu dalam mengumpulkan sampah, terutama sampah plastik. Sampah-sampah tersebut dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam karung.

Selesai semua agenda, kegiatan dilanjutkan dengan isama. Semua partisipan makan siang bersama. Kegiatan diakhiri dengan penutupan oleh panitia, pemberian sertifikat untuk pemateri dan foto bersama. (QH/KI/AP/ADM).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar